Friday, 30 May 2014

Kami tidak butuh janji tapi butuh perhatian



Selang waktu yang dirasa semakin ada untuk diharapkan dalam meraih angan, kenyataan yang aku alami ini sesuatu yang terjadi mengecewakan.

itulah janji yang diterima tak kunjung ada hingga semua menjadi asa tinggal dalam semu.

tak semudah yang dibayangkan dan tak semudah yang diharapkan, semuanya butuh proses, keyakinan dalam melakukan apa yang seharusny dilakukan dalam balutan do'a.

diabaikan dalam ketidak pedulian yang hanya mementingkan kepentingan yang sesungguhnya itu adalah hak dari apa yang seharusnya menjadi hak itu sendiri.

banyal hal yang seharusnya dilakukan bisa dilakukan tetapi hanya tinggal angan yang jadi semu.

waktu hanya segelincir detik dan menit terus berputar mengelilingi disekeliling hari yang menemani.

aku bukanlah seseorang yang mempunyai lebih dari apa seperti orang yang rasakan yang penuh dengan hal apa yang dapat dimiliki.


Sunday, 30 March 2014

Kotabaru Gunungnya Bamega, Sai-jaan, kalimantan selatan

Tempat dimana aku dilahirkan, merupakan suatu propes lingkungan aku jalani demi detik hingga hari dengan pengaruh zaman yang semakin berkembang hingga saat ini.

Kabupaten Kotabaru adalah salah satu kabupaten di provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Kota Pulau Laut Kepulauan. Kabupaten ini merupakan salah satu kabupaten pertama dalam provinsi Kalimantan dahulu. Dan pada masa Hindia Belanda merupakan Afdeeling Pasir en de Tanah Boemboe dengan ibukota Pulau Laut Kepulauan. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 9.442,46 km² dan berpenduduk sebanyak 290.142 jiwa (hasil Sensus Penduduk Indonesia 2010) dengan nelayan laut sebanyak 15.961 jiwa. Motto daerah ini adalah "Sa-ijaan" (bahasa Banjar) yang memiliki arti: Semufakat, satu hati dan se-iya sekata. Kabupaten Kotabaru memiliki sekitar 110 pulau kecil, 31 di antaranya belum bernama. Kecamatan Kelumpang Tengah memiliki 21 pulau kecil, Kecamatan Pulau Sebuku memiliki 10 pulau kecil, Kecamatan Pulau Laut Selatan memiliki 23 pulau kecil dan lain-lain.




Lambang Kabupaten Kotabaru

Arti Lambang Daerah Kabupaten Kotabaru adalah sebagai berikut:

-Lambang daerah berbentuk perisai segi lima, melambangkan ketuhanan dan pertahanan rakyat.
-Lima buah sudut pada perisai, melambangkan kelima sila dari Pancasila.
-Sisi atas berbentuk busur, gambaran dinamika dan stamina rakyat.
-Sisi samping berbentuk tegak lurus, menggambarkan sifat gotong royong, kejujuran dan keadilan.
-Sisi bawah perisai berbentuk lancip, menggambarkan suatu tujuan untuk membina masyarakat adil dan makmur.
-Garis tebal berwarna kuning emas pada sisi dalam sekeliling perisai, melambangkan persatuan rakyat.
-Dasar perisai berwarna merah, menggambarkan sifat keberanian.
-Garis kuning tebal yang membagi dua lukisan bagian atas dan bawah, menggambarkan bidang agraris pertanian (padi).
-Ikan todak, menggambarkan hasil tradisianal dari sektor prikanan kelautan.
-Lautan dengan garis gelombang, menggambarkan panorama alam dan gelora semangat rakyat.


Sekian sobat tentang kota kelahiranku, semoga bermanfaat.

Saturday, 8 March 2014

Ayah Adalah Ispirasiku Dan Ibu Adalah Pahlawanku

Ya karna Ayah Adalah Ispirasiku Dan Ibu Adalah Pahlawanku, mungkin kata-kata itulah yang slalu menjadi panutan saya untuk menjalani kerasnya hidup dunia ini dan menjadi laki-laki yang punya tanggung jawab untuk keluarga...Kini umur saya sudah 20 tahun, dan saat ini saya bekerja sebagai buruh pabrik biasa di kawasan kota bekasi, susah senang hidup kini saya rasakan ketika saya merasakan kerasnya hidup diperantauan, jika saya sakit hanya saya yang merasakan dan gak ada tempat untuk mengeluhkan rasa sakit itu, gak ada tempat untuk bermanja-manja'an, kalau dirumah pasti lebih nyaman jika saat-saat sakit datang, ada keluarga yang perhatian.. terutama ibu yang slalu jadi pahlawan saya ketika saya sakit, meskipun saya slalu berbuat salah kepada ibu saya, suka membantah, dengan kesabaran penuh kasih sayang, ibu slalu memanjakan, merawat dan menjaga saya hingga saya sembuh...Kini saya merasakan betapa susahnya cari uang di perantauan, susahnya mencari uang walau hanya untuk sesuap nasi saja..Pernah saya mengeluh kepada kedua orang tua saya, betapa sulitnya mencari uang di perantauan, karna yang namanya hidup dirantau kalau kita gak kerja ya kita gak makan, dan mereka hanya tersenyum ketika saya mengatakan itu dan menasehati saya agar saya baik-baik hidup di rantau, bersabar, slalu ihtiar dan berdoa...Sempat saya berpikir mungkin ini yang ayah rasakan ketika mencari uang untuk menafkahi keluarganya???, teringat waktu saya masih abg saat-saat ketika masih labil dahulu, saya selalu meminta uang dengan dengan gampangnya tanpa pernah memikirkan gimana ayah saya mencari uang, ya kalau ayah saya lagi ada uang pasti saya slalu diberi uang oleh ayah saya, tetapi jika ayah saya tidak memberikan uang yang saya minta, mungkin karna lagi gak ada uang saya langsung ngambek dan marah dan ayah saya hanya diam saja gak memarahi saya atau mengeluh sedikitpun gimana ayah saya mencari uang...Dan sekarang saya merasakan sendiri betapa sulitnya mencari uang, saya sangat menyesal karna dulu saya suka seenak saya meminta uang kepada ayah saya, dan dulu saya gak pernah mengerti dulu ayah saya juga mencari uang dengan susah payah untuk mencukupi kebutuhan keluarganya, termasuk kebutuhan saya juga, dan ayah saya tidak pernah sama sekali mengeluh kepada keluarganya, itu yang pernah saya dengar dari ibu saya...Dari ayah saya banyak belajar, belajar bertangung jawab untuk keluarga, belajar untuk menghargai uang yang kita dapat dari hasil kerja saya agar tidak menghabiskan uang itu sendiri, belajar untuk tidak mengeluh dan slalu bersyukur atas apa yang saya punya dan apa yang tlah saya dapatkan, tanpa ada kata lelah untuk slalu ber'ihtiar dan berdoa..Ayah slalu berusaha menjadi kepala rumah tangga yang baik untuk keluarganya, meski lelah yang ayah rasakan, tetapi di depan keluarganya selalu tersenyum, dan ibu selalu menjadi ibu yang baik untuk anak-anaknya, meskipun anak-anaknya slalu berbuat salah, tetapi kasih sayang seorang ibu kepada anaknya tak pernah luntur...Terima kasih ayah, terima kasih ibu... maafkan jika anakmu ini belum bisa membahagiakan ayah dan ibu, meskipun anakmu ini tidak akan pernah bisa membalas kasih sayang yang ayah ibu berikan, tetapi anakmu ini akan slalu berusaha menjadi anak yang berbakti untuk ayah dan ibu tercinta, karna Ayah Adalah Ispirasiku Dan Ibu Adalah Pahlawanku.




Tuhan, bantulah aku untuk Move On !

Sahabatku yang letih dengan kekecewaan yang menyedihkannya, dan yang rindu untuk segera meneruskan kehidupan dengan sebaik-baiknya, katakanlah ini sebagai kalimatmu sendiri ...

Tuhanku Yang Maha Damai,

Aku mengerti bahwa kehidupan ini arahnya ke atas, menuju kemuliaan diri, dan maju meluas menuju kemanfaatan bagi sesama dan alam.

Maafkanlah aku jika untuk beberapa saat aku meratapi kesedihanku, mempertanyakan perlakuan kehidupan yang kejam kepadaku, dan menuntut keadilan perlakuan kepada hatiku.

Tapi hari ini aku menundukkan jiwa dan wajah hatiku kepadaMu, untuk menyerahkan kesedihan ini kepadaMu, untuk mengembalikan duka kecewa ini kepadaMu, agar aku lebih bebas hidup menggembirakan diriku.

Tuhan, penuhkanlah kegembiraanku dari upaya tulusku untuk menggembirakan keluarga dan sesamaku.

Aku ingin melanjutkan kehidupan ini, keluar dari kesedihan dan kekecewaan, memasuki kehidupan yang ringan terasa di hati, yang lembut terasa di wajahku, dan bening dan sejuk terasa di pikiranku.

Tuhan, bantulah aku untuk Move On!

Aku rindu untuk hidup sepenuhnya sebagai jiwa gembira yang riang merayakan keindahan hidup ini.



Aamiin

----------





 




Mario Teguh - Loving you all as always

 


Kata hari ini