Showing posts with label sayaff. Show all posts
Showing posts with label sayaff. Show all posts

Friday, 30 May 2014

Prestasi yang terabaikan (manusia dan penderitaan)

Ya kutipan yang telah dinyatan oleh seseorang yang pernah merasakan ini dan sekarang ini terjadi padaku sendiri sepertinya tak terbayangkan betapa kecewanya ini bisa terjadi.

Prestasi adalah suatu keahlian yang dimiliki oleh manusia dengan kelebihannya di berbagai bidang, prestasi juga bisa menjadi kebanggan bagi orang-orang yang ada disekelilingnya, prestasi juga identik dengan peringkat, tingkatan dan penghargaan. di Indonesia yang tercinta ini prestasi hanyalah hal yang sementara, mengapa demikian? karena banyak prestasi yang hanya dimanfaatkan untuk umum dan juga untuk kepentingan khusus,, namun itu hanya bersifat sementara.


salah satunya negara membuat "rumah" bagi atlit-atlit di bidang olah raga untuk memajukan prestasi Indonesia, namun dana dari pembangunan tersebut dikorupsi. banyak mantan-mantan atlit Indonesia yang dulunya mempunyai prestasi yang membanggakan bagi Indonesia namun sekarang kehidupannya sangat prihatin. dimanakah wajah pemerintah dalam menanggapi masalah ini? adakah rumah bagi mereka-mereka untuk hidup layak. bahkan saat ini sumbangsih mereka sangatlah besar bagi begara tercinta ini, tapi apa sumbangsih negara untuk atlit yang telah membasarkan bangsa ini.
harapan saya adalah prestasi apapun yang telah dibuat oleh bangsa sendiri ini patut dihargai dan dikembangkan, dukungan adalah salsh satu modal bagi pemerintah untuk memajukan negaranya sendiri. dengan begitu masyarakat pun akan berlomna-lomba untuk menciptakan suatu inovasi dan penemuan baru. karena mereka membuat juga untuk negara kita sendiri dan untuk kebaikan orang disekitarnya.

Memang kenyataan tak sesuai seperti yang diharapkan, jerih payang yang tak sebanding, atas nama keinginan yang tulus dalam hati untuk memberikan yang terbaik.



Sekian sobat tentang apa yang tlah dirasakan.

Fahrin_Tyo_

Kami tidak butuh janji tapi butuh perhatian



Selang waktu yang dirasa semakin ada untuk diharapkan dalam meraih angan, kenyataan yang aku alami ini sesuatu yang terjadi mengecewakan.

itulah janji yang diterima tak kunjung ada hingga semua menjadi asa tinggal dalam semu.

tak semudah yang dibayangkan dan tak semudah yang diharapkan, semuanya butuh proses, keyakinan dalam melakukan apa yang seharusny dilakukan dalam balutan do'a.

diabaikan dalam ketidak pedulian yang hanya mementingkan kepentingan yang sesungguhnya itu adalah hak dari apa yang seharusnya menjadi hak itu sendiri.

banyal hal yang seharusnya dilakukan bisa dilakukan tetapi hanya tinggal angan yang jadi semu.

waktu hanya segelincir detik dan menit terus berputar mengelilingi disekeliling hari yang menemani.

aku bukanlah seseorang yang mempunyai lebih dari apa seperti orang yang rasakan yang penuh dengan hal apa yang dapat dimiliki.


Sunday, 30 March 2014

Kotabaru Gunungnya Bamega, Sai-jaan, kalimantan selatan

Tempat dimana aku dilahirkan, merupakan suatu propes lingkungan aku jalani demi detik hingga hari dengan pengaruh zaman yang semakin berkembang hingga saat ini.

Kabupaten Kotabaru adalah salah satu kabupaten di provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Kota Pulau Laut Kepulauan. Kabupaten ini merupakan salah satu kabupaten pertama dalam provinsi Kalimantan dahulu. Dan pada masa Hindia Belanda merupakan Afdeeling Pasir en de Tanah Boemboe dengan ibukota Pulau Laut Kepulauan. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 9.442,46 km² dan berpenduduk sebanyak 290.142 jiwa (hasil Sensus Penduduk Indonesia 2010) dengan nelayan laut sebanyak 15.961 jiwa. Motto daerah ini adalah "Sa-ijaan" (bahasa Banjar) yang memiliki arti: Semufakat, satu hati dan se-iya sekata. Kabupaten Kotabaru memiliki sekitar 110 pulau kecil, 31 di antaranya belum bernama. Kecamatan Kelumpang Tengah memiliki 21 pulau kecil, Kecamatan Pulau Sebuku memiliki 10 pulau kecil, Kecamatan Pulau Laut Selatan memiliki 23 pulau kecil dan lain-lain.




Lambang Kabupaten Kotabaru

Arti Lambang Daerah Kabupaten Kotabaru adalah sebagai berikut:

-Lambang daerah berbentuk perisai segi lima, melambangkan ketuhanan dan pertahanan rakyat.
-Lima buah sudut pada perisai, melambangkan kelima sila dari Pancasila.
-Sisi atas berbentuk busur, gambaran dinamika dan stamina rakyat.
-Sisi samping berbentuk tegak lurus, menggambarkan sifat gotong royong, kejujuran dan keadilan.
-Sisi bawah perisai berbentuk lancip, menggambarkan suatu tujuan untuk membina masyarakat adil dan makmur.
-Garis tebal berwarna kuning emas pada sisi dalam sekeliling perisai, melambangkan persatuan rakyat.
-Dasar perisai berwarna merah, menggambarkan sifat keberanian.
-Garis kuning tebal yang membagi dua lukisan bagian atas dan bawah, menggambarkan bidang agraris pertanian (padi).
-Ikan todak, menggambarkan hasil tradisianal dari sektor prikanan kelautan.
-Lautan dengan garis gelombang, menggambarkan panorama alam dan gelora semangat rakyat.


Sekian sobat tentang kota kelahiranku, semoga bermanfaat.

Saturday, 8 March 2014

Ayah Adalah Ispirasiku Dan Ibu Adalah Pahlawanku

Ya karna Ayah Adalah Ispirasiku Dan Ibu Adalah Pahlawanku, mungkin kata-kata itulah yang slalu menjadi panutan saya untuk menjalani kerasnya hidup dunia ini dan menjadi laki-laki yang punya tanggung jawab untuk keluarga...Kini umur saya sudah 20 tahun, dan saat ini saya bekerja sebagai buruh pabrik biasa di kawasan kota bekasi, susah senang hidup kini saya rasakan ketika saya merasakan kerasnya hidup diperantauan, jika saya sakit hanya saya yang merasakan dan gak ada tempat untuk mengeluhkan rasa sakit itu, gak ada tempat untuk bermanja-manja'an, kalau dirumah pasti lebih nyaman jika saat-saat sakit datang, ada keluarga yang perhatian.. terutama ibu yang slalu jadi pahlawan saya ketika saya sakit, meskipun saya slalu berbuat salah kepada ibu saya, suka membantah, dengan kesabaran penuh kasih sayang, ibu slalu memanjakan, merawat dan menjaga saya hingga saya sembuh...Kini saya merasakan betapa susahnya cari uang di perantauan, susahnya mencari uang walau hanya untuk sesuap nasi saja..Pernah saya mengeluh kepada kedua orang tua saya, betapa sulitnya mencari uang di perantauan, karna yang namanya hidup dirantau kalau kita gak kerja ya kita gak makan, dan mereka hanya tersenyum ketika saya mengatakan itu dan menasehati saya agar saya baik-baik hidup di rantau, bersabar, slalu ihtiar dan berdoa...Sempat saya berpikir mungkin ini yang ayah rasakan ketika mencari uang untuk menafkahi keluarganya???, teringat waktu saya masih abg saat-saat ketika masih labil dahulu, saya selalu meminta uang dengan dengan gampangnya tanpa pernah memikirkan gimana ayah saya mencari uang, ya kalau ayah saya lagi ada uang pasti saya slalu diberi uang oleh ayah saya, tetapi jika ayah saya tidak memberikan uang yang saya minta, mungkin karna lagi gak ada uang saya langsung ngambek dan marah dan ayah saya hanya diam saja gak memarahi saya atau mengeluh sedikitpun gimana ayah saya mencari uang...Dan sekarang saya merasakan sendiri betapa sulitnya mencari uang, saya sangat menyesal karna dulu saya suka seenak saya meminta uang kepada ayah saya, dan dulu saya gak pernah mengerti dulu ayah saya juga mencari uang dengan susah payah untuk mencukupi kebutuhan keluarganya, termasuk kebutuhan saya juga, dan ayah saya tidak pernah sama sekali mengeluh kepada keluarganya, itu yang pernah saya dengar dari ibu saya...Dari ayah saya banyak belajar, belajar bertangung jawab untuk keluarga, belajar untuk menghargai uang yang kita dapat dari hasil kerja saya agar tidak menghabiskan uang itu sendiri, belajar untuk tidak mengeluh dan slalu bersyukur atas apa yang saya punya dan apa yang tlah saya dapatkan, tanpa ada kata lelah untuk slalu ber'ihtiar dan berdoa..Ayah slalu berusaha menjadi kepala rumah tangga yang baik untuk keluarganya, meski lelah yang ayah rasakan, tetapi di depan keluarganya selalu tersenyum, dan ibu selalu menjadi ibu yang baik untuk anak-anaknya, meskipun anak-anaknya slalu berbuat salah, tetapi kasih sayang seorang ibu kepada anaknya tak pernah luntur...Terima kasih ayah, terima kasih ibu... maafkan jika anakmu ini belum bisa membahagiakan ayah dan ibu, meskipun anakmu ini tidak akan pernah bisa membalas kasih sayang yang ayah ibu berikan, tetapi anakmu ini akan slalu berusaha menjadi anak yang berbakti untuk ayah dan ibu tercinta, karna Ayah Adalah Ispirasiku Dan Ibu Adalah Pahlawanku.




Tuhan, bantulah aku untuk Move On !

Sahabatku yang letih dengan kekecewaan yang menyedihkannya, dan yang rindu untuk segera meneruskan kehidupan dengan sebaik-baiknya, katakanlah ini sebagai kalimatmu sendiri ...

Tuhanku Yang Maha Damai,

Aku mengerti bahwa kehidupan ini arahnya ke atas, menuju kemuliaan diri, dan maju meluas menuju kemanfaatan bagi sesama dan alam.

Maafkanlah aku jika untuk beberapa saat aku meratapi kesedihanku, mempertanyakan perlakuan kehidupan yang kejam kepadaku, dan menuntut keadilan perlakuan kepada hatiku.

Tapi hari ini aku menundukkan jiwa dan wajah hatiku kepadaMu, untuk menyerahkan kesedihan ini kepadaMu, untuk mengembalikan duka kecewa ini kepadaMu, agar aku lebih bebas hidup menggembirakan diriku.

Tuhan, penuhkanlah kegembiraanku dari upaya tulusku untuk menggembirakan keluarga dan sesamaku.

Aku ingin melanjutkan kehidupan ini, keluar dari kesedihan dan kekecewaan, memasuki kehidupan yang ringan terasa di hati, yang lembut terasa di wajahku, dan bening dan sejuk terasa di pikiranku.

Tuhan, bantulah aku untuk Move On!

Aku rindu untuk hidup sepenuhnya sebagai jiwa gembira yang riang merayakan keindahan hidup ini.



Aamiin

----------





 




Mario Teguh - Loving you all as always

 


10 KELEBIHAN ORANG YANG SELALU MELAKSANAKAN SHOLAT

1. Diberi nur pada wajah.
2. Dikurniakan ALLAH SWT akal yg cerdas & otak yang pintar.
3. Hati bercahaya & tenang jiwa.
4. Sejahtera keluarga (sakinah, mawaddah,
warahmah)
5. Di padang Masyhar tidak kepanasan malah sebaliknya
6. Dapat rahmat & hidayah dari ALLAH SWT
7.Doanya sering di kabulkan
8. Diberatkan timbangan amal & menerima buku catatan amal melalui tangan kanan di akhirat kelak (baik).
9. Dipermudahkan jalan menuju ke syurga Allah.
10.Melintasi jembatan sirotol mustakim di permudah

(Al-Imam Ibnu Hajar Al- Asqalani)

Ya Allah.. jadikanlah aku dan Setiap orang yang mengucapkan 'Aamiin' agar senantiasa melaksanakan Sholat. Aamiin
_



 https://fbcdn-sphotos-g-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn1/t1/q71/s720x720/1960086_788093317887786_1163935871_n.jpg


 Insya Allah bisa bermanfa'at

5 TIPS MUDAH ANTI MALAS SHOLAT 5 WAKTU ...

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ...

Shalat adalah tiang agama. Nah lho,, ... kalau tidak shalat berarti tiangnya kemana? Rasa malas sering datang ketika waktunya shalat. Bagaimana cara mengatasinya ? Yuk simak tips berikut : ...

1. Niat ..

Segala perbuatan tergantung pada niatnya. Niatkan pada diri kita untuk selalu shalat tepat di awal waktu. Bersungguh-sungguhlah melawan rasa malas itu. Jangan sampai rasa malas menguasai diri kita.

2. The power of habit ..

Biasakanlah untuk shalat lima waktu berjama'ah dimasjid ( bagi pria), walau pada awalnya terasa berat tapi kalau sudah dibiasakan akan terasa ringan bahkan kita akan merasa rugi bila meninggalkannya.

3. Kontrol diri ..

Jika rasa malas itu kembali menggerogoti kita, lawan saja. Ingat kewajiban kita sebagai orang muslim, ingatlah balasan/adzab Allah terhadap orang-orang yang meninggalkan shalat.

4. Jangan pernah di tunda ..

Jika adzan telah dikumandangkan,segeralah untuk berwudhu. Apabila sedang melakukan aktivitas sepenting apapun, berhentilah sejenak. Ini mungkin yang susah dilakukan, tapi menunda shalat akan menimbulkan rasa malas nantinya. Jangan tunda, segera laksanakan shalat.

5. Komitmen ..

Komitmen terhadap diri sendiri. Shalat itu kewajiban, dan kewajiban itu harus dilaksanakan. Lakukan terus secara konsisten, sehingga shalat pun berubah fungsi menjadi kebutuhan.

Rasa malas itu bisa datang kepada siapa saja. Tergantung bagaimana kita menyikapinya. Yang terpenting adalah niat, usaha, kemauan dan komitmen untuk melakukan shalat 5 waktu tepat waktu.




... 5 TIPS MUDAH ANTI MALAS SHOLAT 5 WAKTU ...

 Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ...

 Shalat adalah tiang agama. Nah lho,, ... kalau tidak shalat berarti tiangnya kemana? Rasa malas sering datang ketika waktunya shalat. Bagaimana cara mengatasinya ? Yuk simak tips berikut : ...

 1. Niat ..

 Segala perbuatan tergantung pada niatnya. Niatkan pada diri kita untuk selalu shalat tepat di awal waktu. Bersungguh-sungguhlah melawan rasa malas itu. Jangan sampai rasa malas menguasai diri kita.

 2. The power of habit ..

 Biasakanlah untuk shalat lima waktu berjama'ah dimasjid ( bagi pria), walau pada awalnya terasa berat tapi kalau sudah dibiasakan akan terasa ringan bahkan kita akan merasa rugi bila meninggalkannya.

 3. Kontrol diri ..

 Jika rasa malas itu kembali menggerogoti kita, lawan saja. Ingat kewajiban kita sebagai orang muslim, ingatlah balasan/adzab Allah terhadap orang-orang yang meninggalkan shalat.

 4. Jangan pernah di tunda ..

 Jika adzan telah dikumandangkan,segeralah untuk berwudhu. Apabila sedang melakukan aktivitas sepenting apapun, berhentilah sejenak. Ini mungkin yang susah dilakukan, tapi menunda shalat akan menimbulkan rasa malas nantinya. Jangan tunda, segera laksanakan shalat.

 5. Komitmen ..

 Komitmen terhadap diri sendiri. Shalat itu kewajiban, dan kewajiban itu harus dilaksanakan. Lakukan terus secara konsisten, sehingga shalat pun berubah fungsi menjadi kebutuhan.

 Rasa malas itu bisa datang kepada siapa saja. Tergantung bagaimana kita menyikapinya. Yang terpenting adalah niat, usaha, kemauan dan komitmen untuk melakukan shalat 5 waktu tepat waktu.

 _______________________________ 
 MALAM PERTAMA BERSAMA SANG KEKASIH 

 Baca disini ~> Kasih Sayang Ibu." ™ 

 Insya Allah bisa bermanfa'at





Insya Allah bisa bermanfa'at

Aku...

Kini, aku berada di sini - didesak antara masalalu yang tak sepenuhnya dimengerti dan masa depan yang mencemaskan. Bertahan di antara ribuan kata-kata yang terucap, ribuan kepedihan yang memuncak - bahwa dalam kehidupan ini, dalam jiwaku, ada sesuatu yang masih hilang. Lantas apa yang harus dilakukan dengan semua waktu yang tersisa di depan sana? Jarak itu.. yang menjadi jembatan penghubung antara detik dan menit, jam dan hari, bulan dan tahun, usia dan maut – tak lebih dari jarak antara detak jantung dan penantian-penantian yang lain.

Matahari.. yang terbit dan terbenam mengingatkanku akan kehidupan ini, ketika pagi merekah maka terbitlah Ia, lalu kita menyambutnya dengan riang, pada tarikan nafas pertama seolah hidup (selalu) baru saja di mulai dan kita seolah terlahir kembali setiap paginya, kemudian kita akan disibukkan oleh siang, menyiapkan makanan, bekerja, mencari uang, mandi, bertemu kawan, dll, dll, dll.. berjalan-jalan sore, menghitung detak jam yang berlari, sedang kata-kata belum juga bisa kita akhiri, kemudian yang bisa kita lakukan adalah duduk di sebuah bangku sambil menatap matahari yang akan tenggelam, dengan rasa yang panjang (sambil tersenyum atau meneteskan air mata) sambil mengingat bagaimana anda menggenggam tangan saya - bersama mengeja waktu yang melaju menyeret langkah kita - setelah segalanya.. segala yang telah dan belum dilalui, dan apa yang ada di kedalaman malam? Di mana segalanya di mulai – mimpilah kebisuan kita..

Begitulah senja datang dengan membawa melankolinya tersendiri. Suatu saat, ketika waktu telah menuakan kita, kita akan duduk di sebuah tempat, suatu tempat yang akan mengingatkan dan mengembalikan kita pada bagian-bagian dari diri kita yang pernah kita tinggalkan di sana, kemudian sambil menatap matahari terbenam, merasakan kembali nafas itu.. kita hanya bisa duduk, sambil terus mengingat, dan menunggu, menyaksikannya tenggelam.. terbenam..

Maka di atas segalanya - keyakinan dan mimpi yang panjang, dari langkah yang telah membawa ku sampai di sini, untuk terus melangkah – menari, megembara ke sebuah tempat, sebuah tempat di mana kesadaranku (akan) dapat hidup dan tumbuh di sana, menuju diri. Demi segala yang tak pernah lebih jauh dari detak jantungku, kulepas segala yang menyertai, hingga (kelak) aku mampu berdamai, agar segala tanda sampai, agar segala makna terpahami.. di sanalah aku (barangkali-kelak) telah berhasil menjadi sesuatu, dan itu berkat anda, berkat belajar dari satu sama lain, dan saling melengkapi, dan tumbuh berkat cinta.

 





-Arie Satria Pratama..

Yang tertinggal hanyalah kenangan..

Yang datang akan pergi..
Yang ada akan tiada..
Yang tiba akan musnah..
Dan yang tertinggal hanyalah kenangan yang akan selalu dikenang pada mereka yang mau mengenang..
Yang tertinggal hanya sebuah cerita dari sebuah kisah yang pasti ada ujungnya..

Semua akan terlihat biasa saja pada mereka yang biasa saja terkecuali mereka yang memaksakan diri untuk terlihat istimewa..

Yang pergi pasti akan pergi dan tak mungkin akan kembali..
Seperti sebuah kisah yang tak mungkin bisa sama terulang persis..

Yang teringgal hanyalah kebaikan..
Yang akan selalu teringat pada mereka yang menerimanya..

Setiap detik menit jam bahkan tahun yang terus berganti pasti akan selalu menyisihkan sebuah cerita..
Entah cerita apa pun itu..
Kesedihan.. Kebahagiaan.. Kehilangan.. Bahkan sekalipun rasa berputus asakan..
Semua pasti tergambar lewat tinta kehidupan..

Begitulah jalannya..
Semua tergantung pada insannya..
Dan antara yang meninggalkan dan ditinggalkan akan selalu ada cerita haru didalamnya..
Bersiaplah untuk itu..
Entah siapa yang akan tiada lebih dahulu..
Berbuat baiklah..
Dan yang akan tertinggal adalah kebaikan..







 






-Arie Satria Pratama..

Sudah ku mencoba..

aku bukan lelah
atau menyerah
segala cara telah ku coba
jika nanti aku gagal
setidaknya aku sudah mencoba
denganmu semuanya menjadi baru lagi
meski ada jarak
meski berjarak
setidaknya rasa tetap sama kadarnya
semuanya menjadi benar
saat aku mencoba mencintaimu
namun kandas lagi
rasa itu tiba-tiba terkalahkan
terkalahkan oleh masa laluku
aku mati rasa..
secantik apapun wanita yg ada di depanku
namun terkalahkan oleh wanita yang ada
di kehidupanku di belakang..
dia penyebab satu satunya sampai saat ini
ku putuskan hidup sendiri..
hingga aku lupa bagaimana rasanya jatuh cinta
yang tersimpan hanya lah rindu..
bahkan aku muak saat nyanyian dari lagu lagu ku
semakin menyudutkan ku..
atau puisi puisi ini..
lembar demi lembarnya..
semua tentang satu hal..
aku tak bisa lepas dari cinta yang memasungku sendiri..

















 





-Arie Satria Pratama..

Friday, 7 March 2014

Cerpen: PUISI JUARA

Ruang pertemuan itu luar biasa panasnya. Bukan hanya imbas kemarau panjang. Tapi ruangan pengap akibat listrik padam. Juga debat panas dewan juri lomba tulis puisi di kalangan penggemar Radio Masbulo.
"Ini pantas jadi juara!" kata sang ketua juri sambil mengacung-acungkan lembar naskah puisi andalannya.
"Tapi puisi ini terlalu ramai dengan kosakata," bantah salah seorang anggota juri. "Terkesan rumit, kurang padu, sehingga tidak jelas mau menggambarkan apa ...."
"Justeru itu letak keunikannya," bantah sang ketua.
Anggota juri yang lain saling berpandangan. Salah seorang di antaranya berkata: "Terus terang, saya sendiri agak bingung ...."
"Bingung bagaimana?!" tukas sang ketua.
"Puisi ini banyak menggunakan ungkapan-ungkapan tidak lazim," sejenak menelan ludahnya, "Seperti bawang bombay, bawang putih," seraya berpikir sejenak, "Kenapa tidak bawang saja?!"
"Iya iya," dukung yang lainnya. "Seperti ungkapan daun bay dan daun jeruk ... kenapa tidak daun saja?"
"Benar pak ketua," kata yang lainnya pula. "Saya kira, puisi ini terlalu vulgar. Terlalu terperinci. Padahal seharusnya dapat diabstraksikan sehingga lebih sublim. Menurut hemat saya, sublimasi merupakan kekuatan utama sebuah puisi ...."
Namun argumen tersebut dibantah anggota juri lainnya. "Sekarang sudah tidak zamannya lagi. Di era keterbukaan ini, puisi juga harus lebih membuka diri sehingga lebih mudah dipahami. Puisi harus lebih kontributif dalam menyampaikan sisi lain informasi untuk pencerahan anak bangsa."
Suasana benar-benar panas. Sementara ketua penyelenggara, pemilik stasiun penyiaran Radio Masbulo keluar masuk ruang pertemuan. Ia sepertinya rada gelisah. Mungkin karena dewan juri belum menyepakati juara-juara lomba puisi yang digagasnya untuk meningkatkan rating siaran dan iklan. Jam dinding telah menunjukkan angka duabelas tepat. Sedangkan deadline pengumuman juara telah dijanjikan pada program siaran Apresiasi Sastera jam empat sore. Mungkin karena itu, pikir ketua juri yang mulai gemas dengan debat berkepanjangan itu.
"Begini sajalah," kata ketua juri. "Tolong salah seorang membacakan puisi ini. Kita simak bersama-sama, lantas kita ambil kesepakatan. Kalau perlu dengan suara mayoritas ...."
Salah seorang juri lalu membacakannya:
"bawang bombay dan bawang putih
ditumis halus dengan garan
serai, daun bay
diharumkan daun jeruk."
"Judulnya dibacakan dulu!" interupsi seseorang.
Sang pembaca membolak-balik lembar naskah. Dahinya berkerut dalam. Dia menggeleng. "Naskah saya tidak ada judulnya, mungkin pak ketua ...?"
"Sudah lanjut saja!" tukas sang ketua.
"ditumis dalam belanga minyak panas
berbaurkan cabe kering halus hingga matang."
Melihat pemilik radio yang tadinya gelisah mondar-mandir, dan sejak puisi dibacakan terkesan antusias, sang ketua juri memamerkan kedalaman dalil analisis sasteranya. "Coba perhatikan kosakata yang digunakan. Benar-benar original. Samasekali tidak klise seperti kebanyakan puisi lainnya. Dengan setting-an keseharian, saya kira kita sependapat penulis ingin menggambarkan suasana pluralisme dalam sikon apapun. Itu tergambar dalam kalimat "ditumis dalam belanga minyak panas" ... iya kan?!"
Ekspresi para anggota juri beragam. Sedangkan sang pemilik radio tergamam. Ia hendak mengatakan sesuatu, namun gelagatnya dengan sendirinya teredam oleh gelegar suara pembaca puisi.
"Lanjut ya?"
"Lanjuuuuttt!!!" serempak didukung yang lainnya.
"saat ikan dengan air dituang dalam belanga hingga mendidih
diiringi potongan nenas dan asam jawa
serai, kunyit jangan lupa
biarkan sampai semuanya meresap ...."
Pembaca puisi terhenyak kaget. Puisinya dirampas begitu saja oleh pemilik radio, sang ketua penyelenggara. Ketua juri dan para anggota juri lainnya juga terpana. Mereka saling berpandangan. Bertanya-tanya ada apa gerangan.
"Ini resep masakan gulai asam pedas isteri saya ...," ujarnya gembira, seakan lepas dari tekanan beban berat. "waduh! Kok bisa masuk dalam tumpukan naskah-naskah puisi," sambil menggeleng bingung, "dari tadi saya diomelin ibu gara-gara iniiii ...."
Pemilik radio bergegas meninggalkan ruang pertemuan. Meninggalkan dewan juri yang kelimpungan. (@AMT. Ponti,  25/2/2014).




LAKILAKI PANTANG MENANGIS ?

Semua perempuan menangis. Anda perempuan. Maka anda menangis. Ini disebut silogisme (syllogism) yang terdiri dari dua proposisi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan), dalam mana penarikan konklusi dilakukan secara deduktif. Tapi apakah benar jika silogisme ini disusun sbb: Semua perempuan menangis. Anda menangis. Maka anda perempuan? Justeru kesimpulan kedua inilah yang kebanyakan mengkristal menjadi stereotip (prasangka) dalam masyarakat kita. Padahal dalam kenyataannya, semua lakilaki juga (pernah) menangis. Setidak-tidaknya sewaktu masih bayi dan anak-anak. Bahkan tak sedikit jumlahnya ketika menginjak masa remaja, dewasa, hingga menjadi orangtua (lansia). Faktor penyebabnya bisa bermacam-macam, baik yang berhubungan dengan faktor fisis/jasmani (sakit mata, kecolokan mata, kemasukan debu/asap, dlsb) maupun yang berhubungan dengan faktor psikis/kejiwaan (bahagia, terharu, sedih, dlsb). Karena itu, justeru tidak logis jika berpegang pada "mitos": Jika anda lakilaki (sejati), maka anda pantang menangis. Jika anda menangis, maka anda (digolongkan) perempuan. Akibatnya, lakilaki menangis secara sembunyi-sembunyi atau bahkan berusaha menahan tangis. Padahal menangis itu kodrat manusia, sama halnya dengan tertawa.

Menangis bukan tanda kelemahan. Rasulullah SAW sendiri kerap menangis terutama di saat beliau melaksanakan sholad tahajud. Demikian juga para sahabat, termasuk Umar bin Khattab yang sangat disegani di medan jihad fisabilillah. Hanya saja menangis beliau-beliau tersebut bukanlah karena faktor-faktor yang berhubungan dengan masalah pribadi, tapi karena takut (taqwa) kepada Allah SWT. Menangis karena persoalan-persoalan pribadi yang berkenaan dengan masalah romantika kehidupan memang dapat menyusutkan ketegangan (stress), penderitaan, kemarahan sekaligus melegakan hati. Tapi menangis karena Allah jauh lebih bermanfaat dan bermartabat bagi hamba-hambaNya yang beriman. Tak sedikit firman-firman Allah yang meng-apresiasi perihal menangis ini: "Dan mereka tundukkan dagunya (mukanya) seraya menangis dan mereka bertambah khusyu'" (Qs. 17: 109);  "Apakah kamu heran dengan sebab berita (Al-Qur'an) ini, dan kamu tertawa dan tidak menangis, sedang kamu melengahkannya?" (Qs. 53: 59-61).

Mungkin anda pernah mendengar ungkapan "hati yang membatu" atau dalam istilah bahasa ujaran "hati betukuk". Mungkin lebih keras dari batu alami sebagaimana firman Allah: "Kemudian sesudah itu hati kamu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Dan sungguh di antara batu itu ada yang mengalir sungai-sungai daripadanya, dan sungguh di antaranya ada yang terbelah, lalu keluarlah mata air daripadanya, dan sungguh di antaranya ada yang jatuh karena takut kepada Allah. Dan Allah tiada lalai dari apa yang kamu kerjakan." (Qs. 2: 74). Seperti halnya air (sungai, laut) yang mampu melunakkan (mengikis) bebatuan, batu karang sekalipun; demikianlah cucuran airmata yang mampu melunakkan hati kita yang membatu. Hati yang lunak ataupun lemah-lembut adalah hati yang peka terhadap ayat-ayat Allah: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah apabila disebut (nama) Allah, gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNya, bertambahlah iman mereka dan mereka bertawakkal kepada Tuhannya." (Qs. 2: 2). Dan dalam lain firmanNya: " ... Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pengasih kepada mereka, mereka tunduk bersujud dan menangis." (Qs. 19: 58). Subhanallah!

Sungguh besar manfaat menangis karena Allah ini, sebagaimana diriwayatkan dalam hadits: Abu Hurairah r.a. berkata bahwa Rasulullah telah bersabda, "Tidak akan masuk ke dalam neraka, seseorang yang pernah menangis karena takut kepada Allah, sehingga air susu kembali ke putingnya, dan tidak akan dapat bersatu debu saat berjihad fisabilillah dengan asap neraka jahanam." (HR. Tirmidzi). Maka kenapa anda berpantang menangis? Menangislah ... menangislah karena Allah. Menangislah selagi masih diberi umur di dunia ini, karena tidak ada gunanya lagi menangis di alam kubur dan yaumil mashar nanti. (@AMT, Ponti 1-3-2014).




Thursday, 6 March 2014

Dari Malin Kundang Hingga Berhala Harta Benda

Legenda si anak durhaka "Malin Kundang" belumlah seberapa dibandingkan dengan kisah-kisah moderen yang berpangkal pada "Berhala Harta Benda". Sudah kerapkali terjadi peristiwa si anak durhaka yang "merumah jompokan" bahkan "membantai" orang tuanya hanya gara-gara harta benda. Mulai dari masalah tidak terpenuhinya keinginan si anak untuk membeli kendaraan bermotor, hutang piutang, hingga pembagian warisan. Kalaulah sudah demikian halnya, apalah artinya hidup di dunia ini. Hidup jauh dari "ketenangan" dan tentunya mati dalam "kesesatan". Padahal yang menjadi dambaan setiap insan adalah hidup berbahagia dunia dan akhirat, yakni hidup mati dalam keridhaan Allah SWT.

Alangkah mendambanya kita terhadap sapaan Allah di akhir hayat kita: "Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan ridha dan diridhai. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hambaKu, dan masuklah ke dalam surgaKu." (Qs. 89: 27-30). Dalam firman ini perlu diperhatikan bahwa masuk ke surga (khulii jannatii) mempersyaratkan kita tergolong hambaNya (khulii fii 'ibaadii). Untuk menjadi hambaNya adalah berusaha semaksimal mungkin mentaati perintahNya dan menjauhi laranganNya, sehingga hidup dalam keridhaanNya. Sebagaimana yang dimaksudkan dalam firman Allah: "Orang-orang terdahulu yang pertama-tama (masuk Islam) dari Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepadaNya." (Qs. 9: 100). Insyaallah dengan hidup yang diridhai Allah SWT, maka mati pun kita dalam keridhaanNya (khusnul khotimah).

Jiwa kita menjadi tenang (napsul muthma'inah) karena merasa senantiasa dalam bimbingan nur dan maghfirah Allah. "Hai orang-orang yang beriman, taqwalah kepada Allah dan berimanlah kepada rasulNya (Muhammad), niscaya Allah memberikan dua bahagian dari rahmatNya kepadamu dan Dia menjadikan untukmu nur (cahaya) yang kamu berjalan dengannya dan mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Qs. 57: 28). 

Tapi syarat utama (prerequisite) dan sekaligus syarat mutlak (conditio sine qua non) untuk memperoleh keridhaan Allah adalah memperoleh keridhaan orangtua (kandung) kita. Karena itulah dalam firman-firmanNya, keridhaan Allah selalu "disandingkan" dengan keridhaan orangtua. "Dan Tuhanmu menetapkan janganlah menyembah melainkan kepadaNya, dan berbuat baiklah kepada ibu bapak. Jika sampai salah seorang mereka itu atau keduanya telah tua dalam pemeliharaanmu (berusia lanjut), maka janganlah engkau katakan kepada keduanya 'ah', dan janganlah engkau bentak keduanya, dan berkatalah kepada keduanya perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang, dan ucapkanlah, 'Hai Tuhanku, kasihanilah keduanya, sebagaimana mereka telah memeliharaku waktu kecil." (Qs. 17: 23-4). Berbuat baik kepada orangtua ini bahkan hukumnya wajib: "Dan Kami wajibkan kepada manusia berbuat kebaikan kepada ibu bapaknya." (Qs. 29: 8). Sebagai anak harus patuh kepada orangtua, kecuali jika mereka menyuruh menyekutukan Allah maka boleh tidak dipatuhi. Namun anak harus tetap berbuat (bergaul dengan) baik dengan orangtuanya itu. "Dan apabila keduanya memaksamu supaya menyekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada bagimu ilmu tentang itu, maka janganlah engkau patuhi mereka dan pergaulilah mereka dengan baik di dunia, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepadaKu." (Qs. 31: 15).

Jika berkata "ah" dan membentak saja tidak diperkenankan, maka bagaimanakah halnya kisah-kisah si anak durhaka sejak era "Malin Kundang" hingga era "Berhala Harta Benda" seperti telah dikemukakan. Dari Abdullah bin Amr beliau berkata; Rasulullah SAW bersabda: "Ridha Allah pada ridha orangtua dan murka Allah pada murka orangtua." (HR. Al-Baihaqy). Alangkah nistanya hidup dan mati dalam kemurkaan Allah. Untuk menghindari kemurkaan Allah itu tentunya dengan memohon ampun (taubatan nashuha) kepadaNya. Jika berkaitan dengan orangtua, maka niscaya ampunan Allah itu baru diberikan (dikehendaki), jika dimaafkan (diampuni) orangtua. Sekiranya orangtua masih hidup, masihlah ada harapan. Tapi jika sudah meninggal, apalagi mati dibunuh anaknya sendiri, bagaimanakah hendak meminta maaf (ampun) kepadanya. Allah berfirman: "Dan milik Allah apa yang ada di langit dan yang ada di bumi. Dia memberi ampun kepada siapa yang Dia kehendaki dan Dia mengazab siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Qs. 3: 129).




 Agus Muharso Thaufik

Saturday, 15 June 2013

Sunyi nya malamku

Sunyi nya malamku


 http://sphotos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/425157_145444705573028_331070068_n.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiCXH_xVdPuPwqxSH6xZqS3bO63kZOw0cTUa5Gckp1J7A0jM-WSRgd4HMxrQUWCxFWgbcICze46x3yNoOgJ_SHIAyAkrkxdPr7nUJt88zEXHJ9IibmBm5uYCTc6nQPZBVprazGR62SF8Bo/s1600/Untitled-1.jpg




Malam mendamparkan rasa ke sudut ruang hening
Melanglang fikiran fikiran terlalui, mencari makna kesempurnaan
Lampaui hening sunyi, merekat sukma dalam semadhi langit
Mencoba meretas sisa angan nan tertinggal, seusai mimpi mendera semalam
Agar tiada titik kelam sisakan ujung duka

Layaknya seorang pujangga, menata jalanan dalam geliat ruh ruh aksara
Namun aku bukanlah pujangga yg mampu bersyair indah, mengindahkan ladang permenungan
Dan disepinya malam kala rembulan pucat, ku coba mengeja langkah dalam pikirku
Mencerna jengkal demi jengkal tapak tapak yg tlah menghitam, mengurai khilaf yg terjalani

Namun diantara ringkih malam, sepi meleburkan hati dalam seraut rindu
Dibalik tatapan malam yg tersenyum sinis, mengejek diri yg kian terjerembab dalam kesendirian
Aku tertawa dalam isak tertahan, terbahak mencemooh suratan yg tak pernah ramah
Dan debu debu kerinduan, terbawa ke dalam rongga rongga kesakitan

Kepekatan malam smakin bergeser ke ujungnya
Madah suciku menggumam selarik pinta, bagi jalanan yg menampak kusam
Mengharap senyum sang langit, mewujud garis asa yg tertata dalam benak
Agar terlukis indah rangkaian hari yg menanti atas jalan ku

Lalu dalam rebah netra, kutatap samar bayangan dewata yg menari di atas awan
Mengguratkan jejak jejak, diantara gulungan pekatnya mega malam
Seakan mengarsir wujud aksara putih, berkilau dalam nuansa yg samar
Bagai menggeraikan kitab langit, jawaban atas pinta hati nan perih

Dibatas ambang subuh, saat kokok ayam jantan menyapa buana
Nurani terbangkit, tergugah atas hampa yg menjerat jiwa
Bincang hati kecil melontar pada semesta, ingatkan khilaf jumawa pada langkah
Hampa bathin tercipta kerna rentang jarak sandarku pada NYA

Seusai penat menutup renung heningku, jiwa terlarut dalam sujud tulusku
Di atas hamparan kemilau sajadah NYA, kubasuh khilaf yg menjulang dalam sebaris doa ampunan
Sadarku atas keakuan yg tlah menyeret jiwa, lupakan sejenak kebesaran MU
Ya Allah
Ampunilah sgala khilaf dan alpa ku atas larangan dan perintah MU

http://1.bp.blogspot.com/-p8CmdQsxSLE/T3QfczW5kfI/AAAAAAAABRU/hnNmWg232tM/s1600/senja.jpg


=MERPATI=

Saturday, 6 April 2013

Saturday, 30 March 2013

pecinta sejati

Cinta seringkali akan lari bila kita mencari, tetapi cinta jua seringkali dibiarkan pergi bila ia menghampiri
Banyak pecinta sejati menangisi perpisahannya tetapi yang benar adalah dia menyesali pertemuan awal dengan kekasihnya
Pertama ketemu, aku takut ngomong sama kamu. Pertama ngomong sama kamu, aku takut kalau nanti suka sama kamu. Udah suka, aku makin takut kalau jatuh cinta. Setelah sekarang cinta sama kamu, aku jadi bener2 takut kehilangan kamu. Kamu emang menakutkan!
tambatkan hati kita yg tulus pada pelabuhan hati kita, walau ia bukan yg terbaik namun berikan ia yang terbaik,dermaga cinta abadi berlabuh

Mereka yg mencintaiku selalu menginspirasiku

Tuhan punya 3 cara tuk jawab doamu: 1. YA, Dia berikan maumu. 2. TIDAK, Dia berikan yg lbh baik. 3. TUNGGU, Dia berikan yg terbaik
Mereka yang membenciku selalu memotivasiku. Mereka yg mencintaiku selalu menginspirasiku
Saat-saat sahabat menjadi kekasih, itu ketulusan. Saat-saat mantan kekasih menjadi sahabat, itu kedewasaan
Jika kamu memiliki keinginan tuk memulai, kamu juga harus mempunyai keberanian dan keinginan untuk menyelesaikannya, bukan hanya mengakhiri.
Masih kurasakan genggaman mesramu, masih kurasakan belaianmu, masih kurasakan kecupanmu, akan kubawa dalam mimpi…cintaku, bersama harumnya mawar yang kau beri
Terlalu sombong untuk berpikir km tak membutuhkan teman, terlalu naif untuk berpikir semua orang adalah temanmu

Cinta itu seperti air

Cinta dan kesetiaan teruji ketika jarak dan waktu memisahkan. Dan hanya kepercayaanlah yang mampu mempertahankannya.
Mencintai adalah membahagiakan satu sama lain, bukan menuntut satu pihak untuk membahagiakan pihak lain.
Cinta adalah ketika dia tahu bahwa kamu pribadi yg sulit tuk didekati, tapi tak pernah menyerah tuk ingin jadi bagian hidupmu
Setiap orang menginginkan apa yg tak bisa mereka miliki. Tapi jika kamu mencintai apa yg kamu punya, kamua tak butuh yg lainnya.
Cinta itu seperti air. Dibutuhkan semua orang, cuma-cuma, tapi banyak orang yang tidak menghargainya.
“Cowok” bisa menjanjikanmu seribu kata. “Pria” berkomitmen kepadamu tanpa sepatah kata.
Hidup ini adalah pilihan yg kamu putuskan. Jika kamu tak ingin terlihat bodoh, jangan lakukan hal yg bodoh

kejujuran hati

Cinta adalah sebuah kejujuran hati, Cinta tak selamanya harus memiliki, Cinta jua dapat membahagiakan Dan cinta jua dapat meyakitkan
Mencintai seseorang bukan hanya dengan mengucapkannya setiap hari, tapi juga dengan menunjukkannya dalam segala hal sepenuh hati
Cantik adl saat apa yg dimiliki org lain tdk membuatmu iri, krn apa yg kau butuhkan adl menjadi dirimu sendiri.
Cinta mungkin akan membuatmu terluka, tapi ia membuatmu semakin dewasa. Jadilah pribadi yang selalu memaafkan, terutama hatimu.

Kata hari ini